SISTEM PERNAPASAN/RESPIRASI
Sistem pernapasan pada manusia
adalah sistem organ yang digunakan untuk menghirup oksigen
dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida
dan uap air, Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen
untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar, alat-alat
pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan
udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air, tujuan proses pernapasan
yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan
energy, sistem pernapasan pada manusia mencakup saluran pernapasan , mekanisme pernapasan dan gangguan sistem
pernafasan.
A. Alat atau Saluran Pernafasan Manusia
Saluran pernapasan atau tractus
respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia yang
berfungsi sebagai tempat lintasan dan tampat
pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal
pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru.
Urutan saluran pernapasan adalah
sebagai berikut: Rongga hidung - Pharing - Laryng - Trachea - Bronkus -
Bronchiolus - Alveolus- Paru-
paru/Pulmo. Perhatikan gambar di bawah ini :
Jalannya Udara
Pernapasan.
Udara masuk melalui lubang
hidung - farink
- larink - trakea - percabangan
trakea (bronchus) - percabangan bronchus (bronchioles)
- udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung (alveolus).
Pertukaran udara
yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru- paru orang dewasa
terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 m2 atau sekitar
1 kali luas lapangan tenis,
atau luas 100 kali dari kulit
kita.
1.
Rongga Hidung
(Cavum Nasalis)
Rongga hidung berlapis selaput
lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan, di
dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea)
dan kelenjar keringat
(kelenjar sudorifera). Terdapat rambut
pendek dan tebal yang
berfungsi menyaring partikel kotoran
yang masuk bersama udara. Terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah
yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk (sebagai heatter)
2. Faring (pangkal tenggorokan)
Faring merupakan percabangan 2
saluran berupa nasofarings bagian depan saluran pencernaan dan (orofarings)
pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis).Masuknya udara melalui
faring akan menyebabkan pita suara (Laring) bergetar
dan terdengar sebagai suara.
3.
Laring
Laring ini terdapat di antara
faring dan trakea. dindingnya terdiri dari 9 buah tulang rawan., di dalamnya
terdapat epiglotis dan pita suara .Pada saat kita menelan makanan, epiglotisnya
ditutup agar makanan bisa diarahkan ke kerongkongan, sehungga kita engga
keselek. Tetapi harus hati-hati ! jika makan sambil berbicara dapat
mengakibatkan makanan masuk ke saluran
pernapasan ( tersedak) karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita
akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi
bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
4.
Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang
panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada
(torak).Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang
rawan, Pada bagian dalam rongga terdapat epithel bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring
benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
5.
Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki/bronchus)
Merupakan cabang Tenggorokan
(trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronchus kanan dan bronchus kiri.
Struktur lapisan mukosa bronchus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus
bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronchus yang lebih besar cincin tulang
rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronchus bercabang- cabang lagi
menjadi bronkiolus.
6.
Alveolus
Alveolus merupakan struktur berbentuk
bola-bola mungil atau gelembung
paru-paru yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang
melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat
oksigen dari udara dalam rongga alveolus.
7.
Paru-paru (Pulmo)
Paru-paru terletak di dalam
rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di
bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.
Jaringan paru-paru berstruktur
seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk
pertukaran gas. Paru-paru kanan terdiri dari 3 lobus, sedangkan paru-paru
kiri terdiri dari 2
lobus. Setiap lobus terdiri dari bagian yang lebih kecil disebut lobulus.
Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh
darah. Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm,
dindingnya makin menipis jika dibanding
dengan bronkus. Bronkiolus
tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di
bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak
bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus). Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa
kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai
busa atau mirip sarang tawon. Oleh karena alveolus berselaput tipis
dan di situ banyak bermuara
kapiler darah maka
memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan
Paru paru disusun oleh otot otot
pernafasan otot utama :M.Intercostalis, M.Diafragmatika dan otot tambahan :
M.Pectoralis mayor, M.Pectoralis minor, M. Latisimus dorsi, M. Sternocleidomastoideus.
8. Pleura
Pleura merupakan selaput
pembungkus paru, terdiri
atas :
1. Pleura Viscerale : melekat pd paru-paru , selaput bagian
dalam yang langsung
menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam
2. Pleura Parietale : melapisi dinding
dada
3. Pleura Costalis : melapisi iga-iga , berupa selaput yang
menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk
disebut pleura luar
4.
Pleura Diafragmatika : melapisi diafragma
5. Pleura Servicalis : terletak di leher
Antara selaput luar dan selaput dalam
terdapat rongga berisi
cairan pleura yang berfungsi
sebagai pelumas paru-paru, Cairan pleura berasal dari plasma darah
yang masuk secara
eksudasi. Dinding rongga
pleura bersifat permeabel
terhadap air dan zat-zat lain.
Jalannya Udara
Pernapasan.
Udara masuk melalui lubang
hidung - farink
- larink - trakea - percabangan trakea (bronchus) - percabangan bronchus
(bronchioles) - udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung (alveolus).
Paru-paru tersusun oleh
bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter
± 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan
bronkus.
Mekanisme Pernapasan
Pernapasan adalah suatu proses
yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun karna
sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat
terjadinya pertukaran gas, maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis,
1.
Pernapasan luar (Eksternal) terjadinya pertukaran udara antara udara
dalam alveolus dengan darah dalam kapiler
2.
Pernapasan dalam (Insternal) adalah pertukaran udara antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh.
Keluar masuk udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan
udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan
di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila
tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.
Dalam pernapasan selalu terjadi dua siklus, yaitu
inspirasi (menghirup udara)
dan ekspirasi (mengeluarkan udara). Berdasarkan cara melakukan inspirasi
dan ekspirasi serta tempat
terjadinya,
manusia dapat melakukan 2 mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan dada
dan pernapasan perut.
Pernapasan dada dan perut terjadinya secara bersamaan
1.
Pernapasan Dada Mekanisme
bernapas
Pernapasan manusia
dibedakan atas pernapasan dada dan
pernapasan perut. Pernapasan
dada terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi, demikian juga untuk
pernapasan perut.
Mekanisme pernapasan dada
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan
dada sebagai berikut: Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis
eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) -->
Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil
dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru.
2. Fase ekspirasi pernapasan dada.
Mekanisme ekspirasi
pernapasan perut adalah
sebagai berikut: Otot antar
tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun
--> paru-paru menyusut
-
-> tekanan udara dalam
paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara
keluar dari paru-paru.
2.
Pernapasan dada adalah
pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan
sebagai berikut.
Fase inspirasi.
Fase ini berupa berkontraksinya otot antar tulang rusuk (Inter Costae), Kontraksi ini membuat rusuk naik terangkat
, Terangkatnya rusuk membuat rongga dada membesar Karena rongga dada membesar
tekanan udara di rongga kecil. Akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi
lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen
masuk.
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang
rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --
> tulang rusuk terangkat (posisi
datar) --> Paru-paru mengembang -->
tekanan udara dalam paru-paru
menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk
ke paru-paru.
Pernapasan dada ekspirasi.
Fase ini merupakan fase relaksasi
atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh
turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil.
Sebagai akibatnya, tekanan di
dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara
dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Mekanisme ekspirasi pernapasan dada adalah sebagai berikut: Otot antar tulang
rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut -->
tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara
luar --> udara keluar dari paru-paru.
3. Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan
pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi
rongga perut dan rongga dada.
Mekanisme pernapasan perut dapat
dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut.
Mekanisme pernapasan perut.
1. Fase inspirasi pernapasan perut.
Mekanisme inspirasi pernapasan
perut sebagai berikut: sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi -->
posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang -->
tekanan udara dalam paru- paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar
--> udara masuk.
2.
Fase ekspirasi
pernapasan perut.
Mekanisme ekspirasi pernapasan
perut sebagai berikut: otot diafraghma relaksasi
--> posisi dari mendatar kembali
melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru
lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.
video respirasi
2.
Volume dan Kapasitas Paru-Paru
Volume udara yang dipernafaskan sangat bervariasi, sebab
dipengaruhi oleh cara dan kekuatan seseorang melakukan respirasi. Pada orang dewasa, volume paru-paru berkisar antara 5 – 6 liter. Udara yang
dipernafaskan oleh tubuh dapat digolongkan menjadi:
2.1.
Udara pernapasan biasa (volume
tidal) --> VT.
Merupakan udara yang masuk dan
keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar
sebanyak 500 ml
2.2.
Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) -->
UK. Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan
inspirasi normal. Besarnya udara komplementer adalah 2500 -
3000 ml
2.3.
Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) -->
US. Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru
secara maksimal setelah
melakukan ekspirasi biasa.
Besarnya udara suplementer
adalah 1250 - 1300 ml
2.4.
Udara residu --> UR.
Merupakan udara yang tersisa di
dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam
keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml.
3.
Frekuensi
pernapasan
Adalah intensitas memasukkan atau
mengeluarkan udara per menit, dari dalam ke luar tubuh atau dari luar ke dalam tubuh. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia
berkisar antara 16 - 18 kali.
Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan
frekuensi pernapasan adalah:
1.
Usia : Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan
manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun.
2.
Jenis kelamin : Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat
dibandingkan perempuan.
3.
Suhu tubuh : Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan
semakin cepat.
4.
Posisi tubuh : Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari
dibandingkan posisi diam. Frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat
dibandingkan posisi duduk. Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih
cepat dibandingkan posisi tengkurap.
5.
Aktivitas : Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin
cepat.
4.
Mekanisme Pertukaran Oksigen
dan Carbondioksida
Pertukaran oksigen.
Kebutuhan oksigen setiap individu
berbeda-beda tergantung pada umur,
aktivitas, berat badan, jenis kelamin dan jumlah makanan yang dikonsumsi .Dalam
keadaan biasa jumlah oksigen yang dibutuhkan sebanyak 300 ml perhari
per individu. Sekitar
97% oksigen yang masuk ke dalam darah akan diangkut oleh
hemoglobin/eritrosit, . Oksigen yang terikat dalam Hb dikenal dengan
oksihemoglobin (HbO2). dengan reaksi sebagai
berikut: Hb4 + 4 O2 > 4 HbO2 sedangkan yang 2-3 % lagi akan
larut dan diangkut oleh plasma
darah. Proses pengikatan dan
pelepasan oksigen dipengaruhi oleh tekanan oksigen, kadar oksigen, dan kadar
carbondioksida di jaringan tubuh, dan
terjadi secara difusi Proses difusi berlangsung sederhana, yaitu hanya
dengan gerakan molekul
secara bebas, melalui membran
sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah atau
tekanan rendah.
Prosesnya difusi dapat dijelaskan
sebagai berikut: Tekanan oksigen di udara(PO2=160 mmHg) , dalam alveolus
(PO2=105mmHg). di arteri 100 mmHg, di jaringan 40 mmHg, di vena lebih kecil 40 mmHg. Jadi karna tekanan parsial oksigen berbeda, maka
hemoglobin akan mengangkut oksigen sampai ke jaringan tubuh. Di dalam sel-sel
tubuh, oksigen digunakan untuk proses respirasi di dalam mitokondria sel.
Semakin banyak oksigen yang digunakan oleh sel-sel tubuh, semakin banyak
karbondioksida yang terbentuk dari proses respirasi.
- 1.
setiap 100 cc darah
di arteri mampu mengangkut 19 ccO2.
- 2.
Setelah sampai di vena setiap 100 cc darah masih mengandung O2
sebanyak 12 cc
- 3.
Volume O2 yang tertinggal di jaringan adalah
7 cc
- 4.
Jika volume darah ada 5 liter, atau 5000 cc, maka volume O2 yang
sampai ke jaringan sekali beredar adalah: 5000 / 100 x 7 cc = 50 x 7 = 350 c
Pertukaran
Karbondioksida.
a.
Proses respirasi sel di jaringan tubuh akan menghasilkan
karbondioksida, hal ini menyebabkan tekanan parsial karbondioksida (PCO2) dalam
sel tubuh lebih tinggi dibanding di kapiler vena, sehingga CO2 bedifusi ke vena dan di bawa ke
paru-paru
b. Prosesnya sebagai berikut
: P.CO2 di jaringan tubuh = 60 mmHg , P. CO2 di vena = 47 mmHg , P. CO2 di alveolus= 35 mmHg) atau luar
tubuh =
0.3 mmHg, karena perbedaan tekanan parsial
tersebut, akhirnya CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi
Pengangkutan
CO2 oleh darah dilakukan 3 cara yaitu:
a.
Oleh plasma darah CO2 + H2O-----> H2CO3, Pengangkutan ini dibantu enzim karbonat
anhidrase jumlah CO2 yang dapat diangkut sebanyak 5 %.
b. Oleh Hemoglobin CO2 + Hb------- > HbCO2 (Karbominohemoglobin).
c. Pertukaran klorida : CO2 + H2O---------- > HCO3
- H2CO3-------- > H+ dan HCO3
-
H+ di ikat Hb, krn
bersifat racun dalam sel
- HCO3--------- > ke plasma darah
- HCO3---------- > diganti
oleh Cl- , (selengkapnya baca disistem eksresi)
video pertukaran gas
KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
Beberapa kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia antara lain
sebagai berikut:
1. Asma adalah gangguan
pada rongga saluran
pernapasan yang diakibatkan oleh kontraksi otot polos pada
trakea dan mengakibatkan penderita sulit bernapas. ditandai dengan kontraksi
yang kaku dari bronkiolus . Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivas
bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara.
penyebab penyakit ini juga dapat terjadi dikarenakan faktor psikis dan penyakit
menurun.
2.
Tuberkulosis (TBC) : merupakan
penyakit spesifik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae.
Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling sering adalah
paru-paru dan tulang. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang
terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus. Keadaan ini
menyebabkan : · Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk
pertukaran udara paru-paru · Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas
pernapasan · Mengurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan
meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan
kapasitas difusi paru-paru
3.
Faringitis : merupakan
peradangan pada faring
sehingga timbul rasa nyeri
pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini
disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga disebabkan terlalu
banyak merokok. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus
pharyngitis.
4. Bronkitis : Penyakit
bronkitis karena peradangan pada bronkus .
Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus.
5.
Pneumonia : adalah
peradangan paru-paru dimana alveolus biasanya terinfeksi oleh cairan dan
eritrosit berlebihan. Infeksi disebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke
alveolus lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.
Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus), Diplococcus
pneumoniae, dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.
6.
Emfisema Paru-paru : disebabkan karena hilangnya elastisitas
alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru- paru. Pada penderita
emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat
karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya.
Asap rokok dan kekurangan enzim
alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
7.
Dipteri : merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Corynebacterium diphterial yang
dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun laring
(laringitis) oleh lendir yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.
8.
Asfiksi : adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen
ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun
jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam.
Gangguan yang lain adalah
keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena
hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam
darah berkurang.
9.
Kanker Paru-paru : Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di dalam jaringan
paru-paru. Kanker ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru dan menjalar ke
seluruh bagian tubuh. Merokok merupakan penyebab
utama dari sekitar
90% kasus kanker
paru- paru pada pria dan sekitar
70% kasus pada wanita. Semakin
banyak rokok yang dihisap,
semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru. Tetapi tidak menutup
kemungkinan perokok pasif pun mengalami penyakit ini. Penyebab lain yang memicu
penyakit ini adalah penderita menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum,
dan radiasi ionisasi.
10. Laringitis.
Laringitis, radng
pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain
karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak
serak.
11. Sinusitis
Sinusitis, radang
pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang hidung.
Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi.
diambil dari berbagai sumber
Soal latihan
1. Jelaskan apakah
respirasi itu !
2. Jelaskan tujuan
respirasi !
3. Tuliskan urutan
alat pernafasan pada manusia !
4. Jelaskan fungsi
dari alat- alat tersebut !
5. Jelaskan
pernafasan Eksternal dan internal !
6. Jelaskan mekanis pernafasan
dada !
7. Jelaskan mekanis pernafasan
perut !
8. Jelaskan Volume dan Kapasitas Paru-Paru !
9. Jelaskan cara pengangkutan O2 dan CO2 !
10. Jelaskan factor
yang mempengaruhi frekuensi pernafasan !
11. Tuliskan reaksi respirasi !
12. Jelaskan macam-macam gangguan dan penyakit pada sistem respirasi !