KISI – KISI PTS BIOLOGI KELAS XI SEMESTER GENAP 2026
1.Menjelaskan fungsi silia yang terdapat pada saluran pernafasan !
2.Menjelaskan tujuan utama respirasi !
3.Menjelaskan perbedaan respirasi eksternal dan internal !
4.Menjelaskan mekanisme pernafasan dada dan pernafan perut !
5.Menjelaskan macam kapasitas dan volume udara pernafasan !
6.Menjelaskan cara pengangkuatan O2 dan CO2 !
7.Menjelaskan gangguan transportasi oksigen !
8.Menunjukkan urutan alat pernafasan pada manusia !
9.Menjelaskan ciri-ciri trachea
10.Menjelaskan penyakit pada system respirasi
11.Membedakan pengertian sekresi , ekskresi dan defekasi
12.Menunjukkan bagian- bagian ginjal
13.Menjelaskan proses pembentukan urin
14.Menunjukkan bagian-bagian nefron
15.Menjelaskan peran kulit sebagai alat ekskresi
16.Menunjukkan bagain-bagian kulit
17.Menjelaskan proses pembentukan empedu serta fungsinya
18.Menjelaskan macam gangguan pada ginjal
19.Menjelaskan macam gangguan pada kulit
20.Menjelaskan macam fungsi hati
21.Menjelaskan komponen yang diserap kembali saat reabsorbsi
22.Selamat belajar
Penting : satu indicator dapat terdiri dari
beberapa soal
Sunday, January 25, 2026
Sistem
Ekskresi Manusia
Apa itu sistem ekskresi manusia?
Sistem ekskresi adalah
proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi
oleh tubuh. Sisa-sisa metabolisme ini
berupa senyawa-senyawa yang bersifat toksik (racun) sehingga jika tidak
dikeluarkan dapat menyebabkan terganggunya fungsi organ-organ di dalam tubuh.
Organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi pada manusia, yaitu kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.
1. Kulit (Integumen)
Kulit merupakan lapisan jaringan
pelindung terluar yang terdapat di permukaan tubuh. Kulit berfungsi sebagai organ ekskresi karena mampu mengeluarkan
zat-zat sisa berupa kelenjar keringat. Selain sebagai organ
ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai alat indera perasa dan peraba. Kulit
terdiri dari tiga lapisan, masing-masing lapisan mempunyai fungsinya seperti
gambar berikut:
a. Epidermis (Lapisan Kulit Ari)
Epidermis adalah lapisan kulit paling luar dan sangat tipis. Epidermis terdiri dari lapisan tanduk dan
lapisan malphigi. Lapisan tanduk merupakan sel-sel mati
yang mudah mengelupas, tidak mengandung pembuluh darah dan serabut saraf,
sehingga lapisan ini tidak dapat mengeluarkan darah saat mengelupas.
Lapisan malphigi merupakan
lapisan yang terdapat di bawah lapisan tanduk, yang tersuun dari sel-sel hidup
dan memiliki kemampuan untuk membelah diri. Lapisan malphigi terdapat pigmen
yang dapat menentukan warna kulit, dan melindungi sel dari kerusakan akibat
sinar matahari.
b. Dermis (Lapisan Kulit Jangat)
Dermis merupakan lapisan kulit yang terletak di bawah lapisan
epidermis. Lapisan dermis lebih tebal
daripada lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri dari beberapa jaringan
sebagai berikut:
c. Jaringan ikat bawah kulit
Lapisan ini terletak di bawah dermis, di
antara lapisan jaringan ikat bawah kulit dengan dermis dibatasi oleh sel lemak.
Lemak ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benturan, sebagai sumber energi
dan penahan suhu tubuh.
2. Ginjal (Ren)
Ginjalmerupakan komponen utama penyusun
sistem ekskresi manusia, yaitu urin. Manusia memiliki sepasang ginjal berukuran sekitar 10 cm.
Letak ginjal di rongga perut sebelah kiri dan kanan ruas-ruas tulang pinggang.
Sebagai organ sistem ekskresi, ginjal berfungsi untuk menyaring
zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah, mempertahankan keseimbangan cairan
tubuh, mengeskresikan gula darah yang melebihi kadar normal dan mengatur
keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.
Bagian-bagian ginjal
Ginjal memiliki struktur yang kompleks. Berikut adalah bagian-bagian ginjal yang perlu kamu ketahui:
1. Korteks Ginjal
Korteks adalah lapisan luar ginjal yang berwarna kecokelatan. Bagian ini mengandung nefron, yaitu unit penyaring kecil yang bertugas memisahkan limbah dari darah. Korteks juga berperan dalam produksi hormon tertentu yang penting untuk fungsi tubuh.
2. Medula Ginjal
Medula terletak di bagian tengah ginjal. Bagian ini terdiri dari piramida ginjal yang mengarahkan urine dari korteks menuju pelvis ginjal. Medula juga berperan dalam konsentrasi urine, sehingga tubuhmu tidak kehilangan terlalu banyak air.
3. Piramida Ginjal
Piramida ginjal berbentuk kerucut dan terletak di dalam medula. Setiap piramida berisi tubulus pengumpul yang membawa urine menuju calyx.
4. Pelvis Ginjal
Pelvis ginjal adalah ruang berbentuk corong yang menerima urine dari piramida ginjal. Bagian ini mengarahkan urine menuju ureter untuk dikeluarkan dari tubuh.
5. Ureter
Ureter adalah saluran kecil yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Ureter berfungsi membawa urine yang telah disaring dari ginjal menuju kandung kemih untuk disimpan sementara sebelum dikeluarkan.
6. Nefron
Nefron adalah unit penyaring utama di ginjal. Setiap ginjal memiliki sekitar satu juta nefron. Bagian ini bertugas menyaring darah, menyerap kembali nutrisi penting, dan membuang limbah ke dalam urine.
7. Glomerulus dan Tubulus
Glomerulus: Penyaring darah yang mengeluarkan cairan kaya limbah dari darah.
Tubulus: Menyerap kembali air dan zat penting seperti glukosa, asam amino, dan ion sebelum limbah dibuang sebagai urine.
Proses Pembentukan Urin
·Filtrasi: proses penyaringan sel-sel darah. Hasil dari proses
filtrasi berupa urin primer yang masih mengandung air, glukosa, dan asam amino.
Tapi sudah tidak mengandung protein dan darah.
·Reabsorbsi: proses penyerapan kembali zat-zat yang masih
dibutuhkan oleh tubuh. Hasil dari proses reabsorbsi adalah urin sekunder.
·Augmentasi: proses pengumpulan cairan dari proses sebelumnya.
Hasil dari proses augmentasi adalah urin sesungguhnya.
3. Paru-paru (Pulmo)
Paru-paru manusia berjumlah
sepasang, terletak di dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru memiliki fungsi utama sebagai organ
pernapasan.
Paru-paru juga merupakan organ ekskresi yang berfungsi mengeluarkan
gas-gas sisa proses pernapasan yaitu gas CO2 (karbon dioksida) dan H2O (uap air). Paru-paru selain berfungsi
sebagai organ ekskresi, juga berfungsi sebagai organ yang menjaga suhu dan
tingkat kelembaban di dalam tubuh agar tetap normal.
4. Hati (Liver)
Hati berada di dalam rongga perut
sebelah kanan di bawah diafragma yang dilindungi oleh selaput tipis bernama
kapsula hepatis. Sebagai organ sistem ekskresi, hati
berfungsi untuk mengeksresikan getah empedu zat sisa dari perombakan sel darah
merah yang telah rusak dan dihancurkan di dalam limpa.
4 macam organ sistem ekskresi pada manusia, organ-organ yang merupakan sistem ekskresi, terdiri atas kulit, ginjal,
paru-paru, dan hati. Kulit mengekskresikan kelenjar keringat, ginjal
mengekskresikan urin, paru-paru mengekskresikan karbondioksida dan uap air,
sementara itu hati merupakan organ ekskresi yang berperan dalam proses pengekskresikan
empedu.
1. Kelainan / Gangguan pada
Ginjal
Ginjal manusia merupakan organ utama dalam sistemekskresi. Jika
ada gangguan pada ginjal, maka akan menggangu sistem ekskresi. Luka berat,
kehilangan banyak darah, keracunan zat-zat tertentu, serta penyakit tertentu
yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi ginjal, terutama dapat menyebabkan
gangguan dalam proses pembentukan urin. Beberapa kelainan atau gangguan pada
sistem ekskresi ginjal antara lain sebagai berikut:
a. Gagal ginjal dan uremia
Kegagalan fungsi ginjal yang akut dapat mengakibatkan nefritis,
perdarahan, dan fungsi ginjal terhenti secara tiba- tiba. Gejala yang umum
adalah tidak terjadinya proses pembentukan urin yang disebut anuria.
Gejala ini berbahaya karena dapat menimbulkan uremia. Uremia adalah terbawanya
urin ke dalam aliran darah yang disebabkan adanya kebocoran pada salah satu
saluran dalam nefron. Akibat dari keadaan tersebut, penyerapan air oleh darah
akan terganggu, sehingga terjadi penimbunan air pada kaki dan timbul bengkak
(edema), demikian pula pada organ tubuh yang lain.
b. Nefritis
Nefritis adalah peradangan (inflamasi) pada nefron yang
disebabkab oleh infeksi bakteri Streptococcus yang
masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Dari saluran pernapasan,
bakteri terbawa oleh darah ke ginjal. Peradangan pada ginjal tersebut
menyebabkan protein yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring
(filtrasi) sehingga dapat mengakibatkan urin primer ikut keluar bersama urin.
Nefritis kronis pada umumnya terjadi pada orang lanjut usia dengan ditandai
memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), pengerasan pembuluh darah dalam
ginjal, dan rusaknya glomerulus atau tubulus.
c. Diabetes insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu kondisi penyakit yang
diakibatkan oleh kelenjar hipofisis yang gagal mensekresikan hormon
antidiuretik. Sebagai akibatknya, terjadinya ekskresi urin meningkat. Normalnya
urin yang diekskresikan berjumlah antara 4-6 liter tiap hari, namun pada
penderita ini dapat mencapai 12-15 liter tiap hari, tergantung dari volume air
yang diminum. Penderita diabetes insipidus umumnya mengalami dehidrasi dan
pengeluaran elektrolit dari cairan tubuh. Namun, kecenderungan ini dapat
diimbangi oleh keinginan untuk minum dan makan makanan yang lebih banyak
mengandung garam. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh tumor di elenjar
hipotalamus atau hipofisis sehingga dapat mengakibatkan kerusakan di bagian
hipotalamus yang mengatur sekresi hormon antidiuretik.
d. Diabetes melitus
Diabetes melitus atau dikenal dengan kencing manis, yaitu
terdapatnya glukosa dalam urin (Glukosuria) yang disebabkan menurunnya
hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Menurunnya hormon insulin
menyebabkan terganggunya proses perombakan glikogen menjadi glukosa dan
reabsorpsi glukosa dalam glomerulus.
e. Albuminaria
Albuminuria adalah terdapatnya molekul albumin dan protein lain
di dalam urin. Penyebab albuminaria yakni akibat adanya kerusakan pada alat
filtrasi dalam ginjal sehingga protein dapat lolos selama proses
filtrasi.
f. Kencing batu
Kencing batu atau batu ginjal, yaitu terbentuknya
butiran-butiran dari senyawa kalsium dan penimbunan asam urat, sehingga dapat
menyebabkan terbentuknya CaCO3 (kalsium
karbonat) pada ginjal atau saluran urin yang dapat mengakibatkan kesulitan
buang air kecil. Kencing batu dapat disebabkan oleh faktor hormon (yang
dihasilkan kelenjar anak gondok paratiroid) serta disebebkan oleh kurangnya
minum atau sering menahan buang air kecil.
2.
Gangguan / Kelainan pada Hati (Liver)
a. Hepatitis
Penyakit pada sistem ekskresi hati salah satunya adalah
hepatitis yang disebabkan oleh virus. Terdapat beberapa macam hepatitis antara
lain Hepatitis A, B, C, D, E, dan Hepatitis autoimun. Gejala utama dari
penyakit ini adalah terjadinya peradangan pada liver.
b. Sirosis
Sirosis adalah penyakit liver yang berupa matinya jaringan
sehigga terjadi kerusakan. Penyebabnya bisa disebabkan oleh hepatitis dan zat
berbahaya seperti alkohol.
Silakan dilanjutkan menulis penyakit atau gangguan yang lain pada hepatitis, paru-paru dan pada hati
Jawablah soal-soal ( Ginjal) berikut ini dengan memilih huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar!
1. Tubuh melakukan proses metabolisme. Salah satu proses metabolisme yang terjadi pada tubuh kita adalah terjadinya proses ekskresi. Berikut adalah Proses yang termasuk ekskresi adalah... .
A. pengeluaran insulin dari pankreas
B. keluarnya feses dari anus
C. pengeluaran saliva dari glandula saliva
D. pengeluaran air mata dari kelenjar lakrimal
E. pengeluaran CO2 paru paru
Jawaban: E
Pembahasan:
Ekskresi merupakan Pengeluaran sisa metabolisme yang sudah tidak dimanfaatkan lagi. Sistem eksresi pada manusia meliputi ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Contohnya: keringat, urine, CO2 , sehingga jawaban yang benar adalah
2. Perhatikan gambar sistem ekskresi di bawah ini!
Nama-nama organ tersebut yang diberi nomor 1, 2, 3, 4 secara berurutan adalah....
A. ureter, ginjal, kandung kemih, uretra
B. ureter, kandung kemih, uretra, ginjal
C. uretra, kandung kemih, ginjal, ureter
D. ureter, ginjal, uretra, kandung kemih
E. uretra, kandung kemih, ureter, ginjal
Jawaban: E
Pembahasan:
1.Uretra
2.Kandung kemih
3.Ureter
4.Ginjal
3. Perhatikan fungsi organ ekskresi di bawah ini!
1. tempat penghancuran sel darah merah
2. tempat sintesis asam lemak
3. mengubah glukosa menjadi glikogen
4. tempat penyimpanan vitamin C
Salah satu fungsi hati adalah sebagai organ ekskresi. Berikut adalah fungsi dari
hati adalah…
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 2 dan 3
Jawaban: B
Pembahasan:
Fungsi Hati yaitu :
1. Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga
2. Mengaktifkan vitamin D
3. Fagosit bakteri yang dilakukan makrofaq
4. Tempat perombakan sel darah merah
5. Degradasi amonia menjadi urea
4. Lapisan kulit pada epidermis sebagai berikut:
1. Stratum lusidum
2. Stratum granulosum
3. Stratum germinativum
4. Stratum korneum
Urutan lapisan kulit dari luar ke dalam adalah....
A. 1,2,3,4
B. 4,1,3,2
C. 4,1,2,3
D. 1, 4,2,3
E. 3,2,1,4
Jawaban: B
Pembahasan:
Lapisan kulit terdiri atas stratum korneum, lucidum, granulosum, dan germinatovum.
5. Pada ginjal terdapat nefron. Nefron sangat berperan dalam melaksanakan fungsi ginjal. Glomerolus dan kapsula bowman merupakan bagian nefron yang berfungsi…
A. Menyaring darah dan menangkap filtrat
B. Mereabsorbsi air ke dalam darah
C. Menguraikan racun-racun yang berbahaya
D. Mereabsorbsi ion dan nutrisi
E. Membersihkan urin untuk diekskresikan
Jawaban: A
Pembahasan:
Bagian dari nefron adalah kapsula bowman dan glomerolus yang terletak pada bagian korteks pada ginjal yang berfungsi untuk melakukan filtrasi yaitu penyaringan darah untuk menghasilkan urine primer
6. Perhatikan skema pembentukan urin dibawah ini!
Proses yang terjadi dinomor 2 dan filtrate X Secara berurutan adalah…
A. reabsorbsi dan urin primer
B. reabsorbsi dan urin sekunder
C. filtrasi dan urin primer
D. filtrasi dan urin sekunder
E. augmentasi dan urin sesungguhnya
Jawaban: A
Pembahasan:
Proses pembentukan urine melalui 3 proses yaitu:
- Filtrasi terjadi di glomerolus dan menghasilkan urine primer
- Reabsorbsi terjadi di tubulus kontortus proximal dan menghasilkan urine sekunder
7. Pada proses pembentukan urin zat-zat yang terlarut dalam darah (garam, glukosa, urea, asam amino dan amonia) mengalir ke dalam ginjal untuk diproses. Tempat dan proses awal pembentukan urin tersebut adalah…
A. Filtratsi diglomerolus
B. Reabsorbsi diglomerolus
C. Reabsorbsi di tubulus kontortus distal
D. Filtrasi di tubulus kontortus proksimal
E. Filtrasi di tubulus kontortus distal
Jawaban: A
Pembahasan:
Proses pembentukan urine melalui 3 proses yang diawali peristiwa filtrasi diglomerolus sehingga jawabnnya adalah A
8. Perhatikan gambar nefron dibawah ini !
Proses yang terjadi pada X adalah…
A. Penyaringan plasma darah menjadi urin sekunder
B. Penyaringan plasma darah menjadi urine primer
C. Pengikatan ion-ion dan bahan beracun dalam tubuh
D. Pembentukan urine primer yang siap diekresikan ke luar tubuh
E. Urin sekunder yang akan ditampung
Jawaban: B
Pembahasan:
X adalah glomerolus. Glomerolus berfungsi sebagai tempat terjadinya filtasi dan menghasilkan urine primer
9. Bacalah penggalan berita dibawah ini:
“Sekitar satu setengah tahun yang lalu, seorang pria didiagnosis penyakit ginjal kronis stadium IV oleh seorang dokter di RS. Dia tidak pernah menyangka akan mengalami kerusakan salah satu organ ekskresi ini. Awalnya, dia kerap mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut dokter yang biasa menanganinya, hal itulah yang menjadi salah satu pemicu penyakit gagal ginjal yang dideritanya.
"Ya siapa sangka. Awalnya saya kaget dan takut. Saya sempat tidak mau hemodialisis," ujar pria tersebut.
Berdasarkan penggalan berita tersebut, salah satu teknologi sistem ekskresi yang dilakukan adalah hemodialisis. Prinsip utama dari teknologi hemodialisis adalah…
A. Terapi penggantian ginjal pasien
B. Penghancuran batu saluran kemih dengan menggunakan gelombang kejut
C. Proses pembersihan darah dari zat sisa metabolisme melalui proses penyaringan di luar tubuh
D. Tindakan memindahkan sebagian atau seluruh ketebalan kulit dari donor keresipien atau orang lain
E. Teknik mengetahui struktur internal, mendiagnosis adanya gumpalan darah pada ginjal.
Jawaban: C
Pembahasan:
Berdasarkan penggalan berita menunjukkan terjadinya gagal ginjal yang dapat ditangani dengan teknologi hemodialisis. Hemodialisis adalah proses pembersihan darah dari zat-zat sisa metabolisme melalui proses penyaringan di luar tubuh.
10. Pak Ridwan mengeluh sering cepat haus, banyak buang air kecil,rasa lelah dan lemah yang tidak biasa, dan Pandangan kabur.lalu dia memeriksaan kesehatannya pada dokter dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan uji urine. Berdasarkan hasil pemeriksaannya diperoleh bahwa kandungan glukosa puasa 162 mg/dl.
Berdasarkan data diatas besar kemungkinan pak Ridwan menderita sakit ....
A. Diabetes insipidus
B. Diabetes mellitus
C. Albuminaria
D. Gagal Ginjal
E. Batu Ginjal
Jawaban: B
Pembahasan:
Berdasarkan hasil diagnosis menunjukkan terdapat glukosa pada urinnya. Sehingga orang tersebut mengalami penyakit diabetes mellitus.
- Diabetes insipidus: penyakit yang ditandai produksi urine berjulah banyak dan encer
- Albuminaria: penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan penyaringan
- Gagal ginjal: kegagalan ginjal dalam memproduksi urine