Wednesday, October 15, 2025

 

SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA



Sistem peredaran darah atau yang juga sering disebut sebagai sistem sirkulasi adalah suatu sistem yang mengangkut atau mendistribusi berbagai zat dalam tubuh. 

Sistem peredaran darah pada manusia terbagi dua yaitu sistem peredaran kardiovaskuler, di mana kata “kardio” itu adalah jantung dan “vaskuler” yang merupakan darah, dan yang satu lagi adalah sistem peredaran limfatik

Fungsi sistem sirkulasi yang utama adalah mengalirkan gas yaitu oksigen dan karbondioksida, mengalirkan nutrisi dari saluran pencernaan menuju sel-sel di tubuh, kemudian mengambil sisa metabolisme ke sistem ekskresi

Terdapat 2 (dua) sistem sirkulasi, yaitu sistem sirkulasi terbuka dan sistem sirkulasi tertutup hal ini berdasarkan bagaimana pembuluh darahnya terbentuk. 

Di mana sistem sirkulasi terbuka, yaitu sistem sirkulasi yang tidak terhubung sepenuhnya dari satu ujung pembuluh darah ke ujung pembuluh darah lain.

Sehingga ujungnya terbuka dengan cairan lain yaitu cairan hemolimfa dan cairan interstitial. Pada cairan ini terjadi pertukaran zat antara sel dengan lingkungan sekitarnya.

Berbeda dengan sistem peredaran darah tertutup, sistem sirkulasi ini terhubung sepenuhnya dari satu ujung pembuluh darah ke pembuluh darah lain. 

Yaitu pembuluh darah yang keluar dari jantung sampai ke pembuluh darah yang masuk ke jantung, sehingga ujungnya tertutup dan pertukaran zatnya tidak terjadi dengan bercampurnya cairan darah dengan cairan namun melalui pembuluh kapiler. 

sistem sirkulasi tertutup dibagi lagi menjadi 2 yaitu sistem peredaran darah tunggal dan sistem peredaran darah ganda. 

Ingat ya, bahwa sistem peredaran tunggal dan ganda adalah bagian dari sistem sirkulasi tertutup.

Terus, apa perbedaan peredaran darah tunggal dan ganda?

 

·         Sistem peredaran darah tunggal

Disebut sistem peredaran darah tunggal karena darah pada sistem ini akan hanya sekali berputar dalam tubuh dan kembali ke jantung.

Selain manusia, contoh hewan yang mempunyai sirkulasi tunggal adalah ikan.

 

·         Sistem peredaran darah ganda

Disebut sebagai sistem peredaran darah ganda karena darah dalam sistem ini akan keluar dulu ke paru-paru untuk mengalami pertukaran zat, lalu kembali ke jantung kemudian baru dialirkan ke seluruh tubuh.

Sedangkan untuk sirkulasi ganda dibagi lagi menjadi 2, yaitu yang memiliki jantung 3 ruang, contohnya amfibi dan reptil, dan jantung 4 ruang, contohnya mamalia dan aves atau burung. 

Fungsi Darah

Kalo sebelumnya kita udah tau beberapa fungsi utama dari sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah, berikut fungsi dari darah itu sendiri:

1.      Mengangkut atau membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

2.      Selain oksigen, darah juga mengangkut atau membawa sari-sari makanan ke seluruh tubuh. 

3.      Mengangkut sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. 

4.      Mengedarkan hormon untuk mengatur fungsi dan kinerja tubuh.

5.      Mengatur keseimbangan pH dan suhu tubuh.

6.      Melawan penyakit atau gangguan dari kemampuan menghasilkan antibodi.

Penyusun Jaringan Darah

Plasma darah

Fungsi utama dari plasma darah kita adalah untuk mengatur tekanan osmotik, atau tekanan yang diperlukan untuk mengatur kesetimbangan larutan.

Selain itu plasma darah juga berfungsi untuk mendistribusikan sari-sari makanan serta sisa-sisa metabolisme, serta mengedarkan hormon. 

Plasma darah sebagian besar tersusun atas air, dan sebagiannya lagi tersusun atas albumin yang berperan sebagai osmoregulator, fibrinogen yang berperan pada saat proses pembekuan darah.

Lalu ada globulin yang berperan menghasilkan antibodi, zat makanan dan mineral seperti glukosa dan sisa metabolisme seperti karbondioksida.

Sel-Sel Darah

Sel-sel darah ini juga dibagi lagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu sel darah merah, sel darah putih atau leukosit dan trombosit. 

 Eritrosit (Sel Darah Merah)

Sel darah merah atau disebut juga eritrosit merupakan sel yang tampak atau berbentuk seperti donat dengan cekungan di tengah yang berwarna merah dan tidak memiliki inti sel.

Penyebab sel darah merah berwarna merah adalah karena mengandung hemoglobin, di mana hemoglobin adalah suatu protein yang bertugas membawa oksigen yang terbagi menjadi 4 protein, yaitu 2 alpha globin, dan 2 beta globin.

Di mana masing-masing dari protein globin tersebut ada molekul nama nya heme, dalam heme ini terdapat atom besi (Fe) yang berfungsi mengikat oksigen.

Atom besi (Fe) ini akan digunakan untuk menghasilkan protein hemoglobin baru dan molekul heme baru untuk menghasilkan sel darah merah baru. Hal ini terjadi pada sumsum tulang, terutama pada tulang panjang seperti tulang paha.

Dalam sumsum tulang ini terdapat yang namanya stem cell, yaitu sel yang dapat berkembang dan berubah menjadi sel lainnya, termasuk sel darah merah, leukosit, dan trombosit. 

Pada umumnya sel darah merah berdiameter 8 μm dan ketebalan 2 μm, dan kadarnya dipengaruhi oleh usia, jenis kelami dan juga lingkungan, serta memiliki masa hidup selama 120 hari. 


Leukosit (Sel Darah Putih)

Leukosit atau sel darah putih memiliki 5 macam, dan secara umum dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe granulosit dan agranulosit.

Granulosit adalah leukosit atau sel darah putih yang memiliki granula dalam plasmanya, dan yang termasuk dalam granulosit yaitu neutrofil, eosinofil, dan basofil. 

Sedangkan untuk agranulosit adalah yang tidak memiliki granula dalam plasmanya, dan yang termasuk dalam agranulosit yaitu monosit, limfosit T, dan limfosit B. 

Bentuk dari leukosit sendiri bisa berubah-ubah, memiliki inti, dan pada umumnya berukuran 10-12 μm, serta memiliki masa hidup selama 12 hari dan dibentuk di sumsum tulang belakang dan jaringan limfa.

 

Trombosit



Trombosit atau disebut juga keping darah, merupakan komponen darah yang termasuk kecil dibandingkan komponen sel-sel darah lainya karena terdiri dari gumpalan atau kepingan yang tidak memiliki inti sel. 

Fungsi utama dari trombosit ini adalah membawa faktor pembekuan darah. Sistem sirkulasi pembekuan darah adalah tugas dari trombosit.

Jika suatu pembuluh darah mengalami kerusakan akibat luka atau hal lainnya, maka trombosit akan mulai mengeliling luka tersebut.

 

Kemudian faktor pembekuan akan ikut bekerja sama dengan vitamin K dan juga kalsium, dan mengubah protein protrombin, menjadi protein trombin, sehingga protein trombin ini mengubah protein yang bernama fibrinogen yang awalnya bersifat larut air dalam plasma darah.

Dan akan berubah menjadi protein fibrin yang bersifat tidak larut air dan akan membentuk jaring-jaring, yang dalam prosesnya mampu menjebak sel-sel darah merah yang ada di jaringan yang rusak tersebut.

 

Dengan adanya fibrin ini menyebabkan darah yang tadinya encer menjadi memadat dan kemudian menggumpal, sehingga kerusakan bisa ditambal, dan menghentikan kebocoran darah yang terjadi. Oleh karena itu proses pembekuan darah ini sangat penting untuk penyembuhan luka.

untuk lebih jelasnya berikut video komponen penyusun darah

 

Proses pembekuan darah


Jika suatu jaringan tubuh terluka maka trombosit pada permukaan yang luka akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase (tromboplastin). Enzim ini akan mengubah protrombin menjadi trobin dengan bantuan ion kalsium dan vitamin K. Protrombin merupakan protein yang tidak stabil yang dibentuk di hati dan dengan mudah dapat pecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih kecil, salah satunya adalah trombin. Selanjutnya, trombin mengubah Fibrinogen (larut dalam plasma darah) menjadi Fibbrin (tidak larut dalam plasma darah) yang berbentuk benang-benang halus. Benang-benang halus ini menjerat sel-sel darah merah dan membentuk gumpalan sehingga darah membeku. Jika luka seseorang hanya di permukan otot, biasanya darah cepat membeku. Tetapi, bila luka lebih dalam, diperlukan waktu yang lebih lama agar darah membeku

 Golongan Darah

Tipe golongan darah A, B, AB, dan O pada manusia. (dok: en.wikipedia.net)

Penentuan ini disebabkan adanya protein-protein yang bersifat penanda dari sel darah tersebut. 

Contohnya, antum punya golongan darah A, maka sel darah antum juga memiliki molekul antigen A, yang nantinya akan dikenali oleh antibodi, begitu juga dengan yang memiliki golongan darah B.

Bagaimana dengan yang AB? artinya darah memiliki antigen B dan antigen A. Sedangkan untuk golongan darah O, berarti tidak memiliki antigen A maupun antigen B. 

·         Golongan darah A:

– Antigen (Aglutinogen) dalam eritrosit: A

– Zat anti/antibody (Aglutinin) dalam serum: Anti B

·         Golongan darah B:

– Antigen (Aglutinogen) dalam eritrosit: B

– Zat anti/antibody (Aglutinin) dalam serum: Anti A

·         Golongan darah AB:

– Antigen (Aglutinogen) dalam eritrosit: A dan B

– Zat anti/antibody (Aglutinin) dalam serum: –

·         Golongan darah O:

– Antigen (Aglutinogen) dalam eritrosit: –

– Zat anti/antibody (Aglutinin) dalam serum: Anti A dan B

Selain antigen A dan antigen B, ada juga antigen Rhesus, yang biasa disimbolkan dengan Rh+ dan Rh-. 

Rhesus ini menandakan ada atau tidaknya aglutinogen RhD di permukaan eritrosit atau sel darah merah. 

Seseorang yang memiliki rhesus positif (Rh+) artinya memiliki aglutinogen RhD, dan sebaliknya yang negatif (Rh-) tidak memiliki aglutinogen RhD dalam eritrositnya.

Nah, pembagian golongan darah juga mempengaruhi proses menyalurkan darah ke sistem peredaran darah seseorang disebut sebagai proses donor darah. 

Berikut ini adalah daftar golongan darah resipien (penerima) dan pendonor yang cocok:

·         Jika golongan darah resipien adalah O Rh-, maka pendonornya adalah O Rh-

·         Jika golongan darah resipien adalah O Rh+, maka pendonornya adalah O Rh- dan O Rh+.

·         Jika golongan darah resipien adalah A Rh-, maka pendonornya adalah O Rh- dan A Rh-

·         Jika golongan darah resipien adalah A Rh+, maka pendonornya adalah O Rh-, O Rh+, A Rh- dan A Rh+

·         Jika golongan darah resipien adalah B Rh-, maka pendonornya adalah O Rh- dan B Rh-

·         Jika golongan darah resipien adalah B Rh+, maka pendonornya adalah O Rh-, O Rh+, B Rh- dan B Rh+

·         Jika golongan darah resipien adalah AB Rh-, maka pendonornya adalah O Rh-, A Rh-, B Rh- dan AB Rh-

·         Jika golongan darah resipien adalah AB Rh+, maka pendonornya adalah O Rh+, O Rh-, A Rh+, A Rh-, B Rh+, B Rh-, AB Rh+ dan AB Rh-.

antum pasti udah tau kan kalo darah yang mengalir dalam tubuh kita ini dipompa oleh jantung dan disebarkan ke seluruh tubuh oleh pembuluh darah.

Oleh karena itu mari bahas satu persatu dari organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.

 Jantung

Jantung manusia memiliki 4 katup, yang terbagi sebagai jantung sebelah kanan di ada atrium kanan (bawah), dan ventrikel atau bilik kanan (atas) begitu juga di sebelah kirinya. 



Fungsi dari serambi adalah menerima darah dari seluruh tubuh dan fungsi dari bilik adalah memompa darah keluar jantung.

Jantung kita ini berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh kita, dan dibungkus oleh membran perikardium. 

Lapisan dari dinding jantung sendiri terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan epikardium, miokardium, dan endokardium, tidak hanya lapisan dinding, jantung juga memiliki 3 katup dalam jantung kita atau yang disebut vulva, yaitu:

1.      Vulva Bikuspidalis, yang terletak diantara serambi kiri dan bilik kiri. 

2.      Vulva Trikuspidalis, yang terletak diantara serambi kanan dan bilik kanan. 

3.      Vulva Semilunaris, yang terletak di pangkal aorta dan arteri.

Berarti bisa diambil kesimpulan kalau oksigen dalam darah disebarkan ke seluruh tubuh oleh organ jantung bersama dengan paru-paru. 

Karena saat mengedarkan darah ke seluruh tubuh, darah tersebut juga mengandung oksigen yang dibutuhkan sel dan organ lainnya di dalam tubuh.

Meskipun, yang diangkut oleh darah tidak hanya oksigen tetap karbondioksida juga.

agar lebih jelas saksikan video jantung berikut 

Pembuluh Darah

Fungsi dari pembuluh darah secara keseluruhan adalah sebagai mengalirkan daran keluar dari jantung hingga kembali ke jantung dan dibagi menjadi 3 pembuluh utama, yaitu:

Pembuluh darah Arteri

Pembuluh darah arteri merupakan pembuluh darah yang pangkalnya terletak di bilik jantung dan fungsinya membawa darah keluar dari jantung. Arteri sendiri terbagi lagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

1.      Aorta, arteri yang pangkalnya paling besar yang berpangkal di bilik kiri.

2.      Arteri pulmonalis, arteri yang mengangkut karbondioksida dari jantung ke paru-paru.

3.      Arteri koroner, arteri yang mengangkut oksigen dan sari-sari makanan untuk sel-sel jantung.

Selain itu, ciri-ciri dari pembuluh darah arteri adalah sebagai berikut:

1.      Memiliki sebuah katup di pangkalnya yaitu vulva semilunaris.

2.      Memiliki tekanan darah yang umumnya kuat yang melewati arteri.

3.      Denyutnya dapat dirasakan pada saat diraba.

4.      Memiliki dinding yang tebal dan elastis.

Pembuluh darah Vena 

Pembuluh darah vena merupakan pembuluh darah yang berujung di serambi jantung, dan berfungsi membawa darah kembali ke jantung. Sama halnya dengan artersi, pembuluh darah vena juga dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1.      Vena kava, merupakan vena terbesar yang ujungnya di serambi kanan, berfungsi membawa darah yang kaya akan karbondioksida ke jantung.
Vena kava ini dibagi lagi menjadi 2 yaitu vena kava superior dan vena kava inferior.

2.      Vena pulmonalis, merupakan vena yang membawa darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru ke jantung.

3.      Vena porta, merupakan vena yang berfungsi membawa darah dari organ pencernaan ke hati.

Ciri-ciri dari pembuluh darah vena adalah sebagai berikut:

1.      Memiliki banyak katup disepanjang pembuluh. 

2.      Terletak dekat dengan permukaan tubuh. 

3.      Memiliki kemampuan menampung 75% darah. 

4.      Memiliki dinding pembuluh yang tipis dan kurang elastis.

 

Pembuluh darah Kapiler

Pembuluh kapiler merupakan pembuluh yang berperan dalam pertukaran zat dalam darah. Ciri-ciri dari kapiler adalah sebagai berikut

1.      Berbentuk halus

2.      Memiliki dinding sel yang sangat tipis

3.      Memiliki diameter 0,008 mm.

4.      Pada orang dewasa, memiliki area yang sangat luas mencapai sekitar 7.000m2.

Selain itu, fungsi dari pembuluh darah kapiler adalah sebagai berikut:

1.      Menyerap zat-zat atau sari-sari makanan dari usus

2.      Menyaring darah dari dalam ginjal.

3.      Menjadi tempat terjadinya atau proses pertukaran zat antara darah dan cairan dalam jaringan.

4.      Mengambil zat-zat yang diperlukan oleh kelenjar.

5.      Menjadi penghubung antara arteriola (cabang dari arteri) dengan venula (cabang dari vena).

video pembuluh darah

Mekanisme Siklus Peredaran Darah Besar dan Kecil

Berdasarkan pembahasan dan penjelasan sebelumnya, kita manusia termasuk makhluk hidup yang memiliki sistem peredaran darah tertutup dan ganda, yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. 


Untuk mempermudah memahaminya, kalian bisa sambil memperhatikan gambar diatas. Daerah berwarna biru adalah sebelah kanan, dan daerah berwarna merah adalah sebelah kiri.

 Siklus Peredaran Darah Besar

Pada siklus peredaran darah besar merupakan sistem peredaran darah dari jantung keseluruh tubuh, dengan siklus sebagai berikut

Bilik kiri → aorta → seluruh tubuh (kecuali paru-paru) → vena kava → serambi kanan

 

Siklus Peredaran Darah Kecil

Sedangkan pada siklus peredaran darah kecil merupakan sistem peredaran darah dari jantung ke paru-paru dengan siklus sebagai berikut

Bilik kanan → arteri pulmonalis →  paru-paru → vena pulmonalis → serambi kiri

Sistem Limfatik

Sebagaimana sebelumnya pada bagian sistem peredaran darah atau sistem sirkulasi, bahwa sistem sirkulasi itu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sistem kardiovaskuler, dan sistem limfatik. Nah, saat ini kita bakal bahas mengenai sistem limfatik. 

Sistem limfatik adalah suatu sistem sekunder yang memiliki peran utama dalam menghasilkan imun tubuh (sistem kekebalan tubuh) dan mengandung limfa atau getah bening.

Sistem ini tersusun atas organ limfa (terdiri dari nodus limfa, tonsil, kelenjar timus, dan limfa), cairan limfa (cairan yang ada di dalam jaringan yang mampu diserap oleh kapiler limfa), dan pembuluh limfa (pembuluh yang berupa vena kecil, berdinding tipis, transparan, terbuka di ujung-ujungnya, serta memiliki kapiler limfa).

Oleh karena itu, berbeda dengan sistem kardiovaskuler, sistem limfa ini memiliki sistem peredaran terbuka. 

Fungsi dari sistem limfa sebagai berikut:

1.      Mengembalikan cairan yang berelebihan.

2.      Mengangkut lemak dari usus ke sistem peredaran darah.

3.      Mengangkut limfosit dari kelenjar limfa ke sirkulasi darah.

4.      Menghancurkan dan menyaring mikroorganisme.

5.      Menghasilkan antibodi.

Adapun berikut siklus dari aliran limfa

Cairan dari jaringan → kapiler limfa →  saluran penampung → pembuluh limfa (yang lebih besar) → membentuk trunkus (batang saluran) limfa utama

Gangguan atau Penyakit Sistem Peredaran Darah

Karena semua tubuh kita dialiri oleh darah, tentunya gangguan atau penyakit yang berhubungan sistem peredaran darah tidak dapat diremehkan, berikut beberapa penyakit yang disebabkan adanya gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah

Gangguan atau Penyakit pada Jantung

Berikut beberapa gangguan atau penyakit pada jantung:

1.      Angina, gangguan yang terjadi akibat kurangnya pasokan darah atau pemasukan oksigen ke otot jantung, sehingga menyebabkan dada terasa nyeri.

2.      Aritma, gangguan yang terjadi di mana kondisi irama pada jantung tidak teratur, alias tidak berdetak secara normal, bisa lebih cepat, bisa lebih lambat.

3.      Cardiomyopathy, gangguan yang terjadi akibat adanya kelainan pada otot jantung baik secara struktur dna juga fungsi, sehingga otot jantung melemah.

4.      Penyakit Jantung Koroner, gangguan yang terjadi disebabkan adanya plak pada arteri koroner, sehingga darah yang mengandung oksigen tidak sampai ke otot jantung.

 

Gangguan atau Penyakit pada Darah

Berikut beberapa gangguan atau penyakit pada darah:

1.      Anemia, merupakan gangguan yang terjadi akibat kurangnya hemoglobin dalam darah, eritrosit dan volume darah itu sendiri, hal ini disebabkan oleh kekurangan zat besi dan vitamin B12.

2.      Leukemia atau kanker darah, merupakan gangguan di mana produksi sel darah putih yang terlalu berlebihan, sehingga sel darah putih atau leukosit memakan sel darah merah atau eritrosit, sehingga volume eritrosit menurun.

3.      Hemofilia, merupakan gangguan akibat adanya kelainan darah di mana darah sulit membeku, yang disebabkan oleh faktor keturunan.

4.      Thalassemia, gangguan akibat adanya kelainan yang terjadi pada hemoglobin sehingga sel darah merah atau eritrosit mudah rusak.

Gangguan atau Penyakit pada Pembuluh Darah

Berikut beberapa gangguan atau penyakit pada pembuluh darah:


1.      Trombus, merupakan gangguan akibat adanya disfungsi endothel sehingga terdapat gumpalan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah pada jaringan yang terjadi kerusakan.

2.      Embolus, merupakan gangguan yang terjadi akibat adanya bekuan gumpalan darah yang bergerak pada sistem sirkulasi dan terjebak di pembuluh darah kecil.

3.      Varises, merupakan gangguan di mana terjadinya pembesaran pembuluh darah vena, hal ini sering kali terjadi pada bagian kaki.

 

Dirangkum dari berbagai sumber

 

Tuesday, October 14, 2025

 

Sistem pencernaan makanan



Sistem pencernaan/sistemm digesti adalah tempat dimana proses terjadinya pengolahan makanan menjadi nutrisi yang diserap tubuh. Sistem pencernaan manusia terdiri dari saluran berupa selang panjang berulir yang dimulai dari mulut, tenggorokan dan berakhir di anus.

Selama berada dalam saluran pencernaan, makanan mengalami proses panjang hingga semua nutrisinya dimanfaatkan oleh tubuh. Proses pencernaan tersebut terjadi baik secara mekanik maupun secara kimia. Yang keseluruhan prosesnya melibatkan sistem pencernaan yang terdiri dari berbagai organ tubuh manusia mulai dari mulut hingga anus.

Dibawah ini akan dijelaskan secara lengkap tentang sistem pencernaan manusia dan fungsinya, lengkap dengan bagian-bagian organ dan gambarnya secara lengkap.

Pengertian Sistem Pencernaan Manusia

Sistem pencernaan adalah proses yang dilakukan oleh sekelompok organ tubuh manusia untuk memecah dan mengolah makanan agar nutrisinya dapat diserap oleh tubuh. Nutrisi yang didapatkan akan disalurkan ke seluruh tubuh yang digunakan sebagai energi serta menjaga fungsi organ lainnya. Sedangkan sisa makanan yang tidak dapat diuraikan, dicerna atau diserap akan dikeluarkan melalui urine atau feses saat buang air besar.

Proses pencernaan manusia ada 2 proses, yaitu secara mekanik dan secara kimiawi.

  • Pencernaan secara mekanik adalah proses mencerna makanan dengan mengunyah dan ditekan sampai menjadi seperti bubur.
  • Pencernaan secara kimiawi adalah proses mencerna makanan dengan menggunakan enzim yang selanjutnya akan menghancurkan ikatan-ikatan senyawa kompleks yang ada pada makanan tersebut. Enzim-enzim tersebut dibutuhkan karena saat berbentuk makanan utuh, senyawa di dalamnya masih dalam bentuk molekul kompleks atau makromolekul yang terdiri dari lemak, karbohidrat, protein dan asam nukleat.

Untuk mengolah berbagai macam senyawa tersebut, sistem pencernaan terdiri dari berbagai macam organ yang berfungsi melakukan penguraian baik secara mekanik maupun secara kimiawi. Beberapa organ pada sistem pencernaan tersebut antaralain seperti Mulut, Kerongkongan, Lambung, Usus Halus, Usus Besar, Rektrum, hingga Anus.

Sistem pencernaan makanan diatur oleh otak yang dibantu komponen lainnya seperti hormon, saraf dan enzim agar fungsi setiap organ dan proses kerjanya dapat berjalan seirama dengan teratur. Selain itu, sistem pencernaan juga didukung oleh serangkaian otot yang mengkoordinasi pergerakkan makanan untuk membantu melancarkan proses pengolahannya.

Fungsi Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan memiliki fungsi utama mengubah makanan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk proses perkembangan dan perbaikan sel tubuh termasuk sebagai sumber energi sehari-hari. Setelah proses tersebut selesai, organ pencernaan secara mudah akan mengemas limbah padat makanan yang akan dibuang sebagai feses melalui anus.

Organ Sistem Pencernaan dan Fungsinya

Sistem pencernaan maunis terdiri dari beberapa organ pencernaan meliputi Mulut, Kerongkongan, Lambung, Usus Halus, Usus Besar, Rektrum, hingga Anus. Berikut penjelasannya:

Mulut



Mulut adalah bagian awal masuknya makanan ke dalam tubuh. Dalam mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah. Gigi berfungsi menghancurkan makakan secara mekanis, sedangkan lidah berfungsi mengatur makanan saat dikunyah dan menelan. Sedangkan secara kimiawi, kelenjar ludah yang mengandung enzim ptialin berfungsi memecah zat tepung menjadi zat gula.



 

 



Kerongkongan (Faring)



Kerongkongan adalah saluran panjang yang berperan menghubungkan mulut dan lambung. Selain itu, kerongkongan juga berhubungan dengan rongga hidung yang berfungsi memproduksi suara.

Makanan yang ditelan dari mulut akan masuk melalui tenggorokan lalu diteruskan ke tabung berotot esofagus. Tabung memiliki panjang sekitar 25cm. Pada bagian esofagus terdapat katup epiglotis yang berfungsi mencegah makanan dan minuman masuk ke dalam trakea agar tidak tersedak.

Pada kerongkongan terjadi gerak peristaltik yaitu gerakan yang berfungsi mendorong makanan agar melaju menuju lambung.

Lambung


Lambung adalah organ berbentuk seperti kantung yang terdiri dari dinding berotot. Di dalam lambung terjadi pencenaan secara mekanik yaitu makanan dan minuman di remas dan diaduk menjadi bubur makanan (kim) oleh otot polos.

Lambung terdiri dari tiga bagian penting, yaitu bagian atas (kardia), bagian tengah (fundus), dan bagian bawah (pilorus).

Bagian lambung juga terjadi pencernaan kimiawi yaitu makanan yang dicerna oleh enzim dalam getah lambung yang dihasilkan sel kelenjar dinding lambung. Terdapat 4 jenis getah lambung yaitu:

  • Pepsin adalah enzim yang berfungsi memecah protein menjadi pepton atau proteosa.
  • Renin adalah enzim yang menggumpalkan protein susu (kasein) lalu di cerna oleh pepsin.
  • Asam klorida (HCI) adalah asam yang fungsinya membunuh kuman dan bakteri pada makanan serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
  • Lipase gastrik adalah enzim yang berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak.

Setelah melewati proses di lambung, selanjutnya lambung secara perlahan meneruskan kim ke usus halus dengan gerakan peristaltik.

Usus Halus



Usus halus memiliki diameter lingkaran lebih kecil dibandingkan usus besar namun memiliki ukuran lebih panjang dari usus besar. Usus halus memiliki panjang sekitar 670cm-760cm. Usus halus paling banyak menyerap nutrisi.

Usus terdiri dari tiga bagian penting yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu:

1. Duodenum/Usus 12 jari
Usus 12 jari adalah bagian usus setelah lambung yang berfungsi menyalurkan makanan ke usus halus dan mencerna makanan secara kimiawi. Ada dua muara saluran pada usus 12 jari yaitu getah pankreas dan kantung empedu. Enzim yang disekresikan oleh getah halus seperti enzim Enterokinase, Tripsin, Erepsin, Disakarase, dan Lipase.

2. Jejunum (Usus kosong)
Jejunum adalah permukaan usus kosong yang terdapat jonot-jonot usus yang disebut dengan Vili. Vili berfungsi memperluas permukaan usus untuk penyerapan makanan. Ada sekitar 90% penyerapan nutrisi terjadi di usus halus yang selanjutnya diedarkan ke dalam aliran darah dan limpa.

3. Ileum (Usus penyerapan)
Usus penyerapan merupakan bagian akhir pada saluran usus halus. Nutrisi yang belum diserap oleh jejunum akan diserap oleh bagian usus halus ileum, yaitu seperti vitamin B12, garam empedu, air, dan elektrolit. Sama seperti jejunum, usus ileum juga memiliki vili.

Gerakan peristaltik pada usus halus berguna untuk mendorong makanan dari satu bagian ke bagian lainnya. Selanjutnya sisa kim yang berupa limbah akan diteruskan ke sistem pencernaan manusia yaitu usus besar.

4. Usus Besar



Usus besar merupakan tempat dimana sisa-sisa makanan dan air yang tidak dicerna dan diserap usus halus akan diarahkan ke usus besar lalu disimpan sebagai feses sebelum dieliminasi. Di usus besar, sisa-sisa makanan akan diserap air dan mineralnya sehingga menjadi lebih padat. Sisa makanan tersebut lalu akan mengalami pembususkan yang dibantu oleh bakeri Escherichia Coli (E.Coli). Bakteri E.Coli juga berguna untuk menghasilkan vitamin K yang membantu pembekuan darah.

Pada usus besar terdapat bagian sekum, kolon, rektum dan kanalis anal. Dibagian kolon terjadi penyerapan vitamin K dan air. Selanjutnya zat makanan yang sudah dicerna akan disimpan oleh rektum dan di eliminasi melalui kanalis anal ke bagian anus dengan gerakan peristatik.

5. Rektum



Rektum adalah ruang lurus 8 inci yang menghubungkan usus besar ke anus dan menjadi bagian akhir dari usus besar. Feses yang dihasilkan usus besar sementara akan disimpan pada rektum. Selanjutnya penumpukan feses pada rektum akan memicu saraf ke otak yang menimbulkan rasa ingin buang air besar.

6. Anus



Anus adalah bagian akhir dari sistem pencernaan manusia. Anus terbentuk dari saluran sepanjang 2 inci atau 5,08cm yang terdiri dari otot-otot dasar pinggul dan dua sfingter anal (internal dan eksternal).

Anus dikelilingi oleh otot-otot sfingter yang berfungsi mengontrol pengeluaran tinja. Sfingter inter selalu kencang kecuali pada saat feses memasuki rektum. Otot dasar panggul berfungsi menciptakan sudut antara rektum dan anus yang dapat menghentikan tinja keluar pada saat tidak seharusnya. Hal tersebut berfungsi penting agar seseorang dapat mencegah BAB tanpa disadari.

Tiap-tiap bagian organ tubuh manusia disusun sedemikian rupa agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, termasuk pada organ sistem pencernaan manusia. Setiap organ sistem pencernaan memiliki masing-masing fungsi untuk menjaga ritme kerja dalam mengolah semua makanan dan minuman yang kita konsumsi. Karena itulah agar sistem pencernaan bekerja dengan baik, kita perlu menjaganya dengan mengonsumsi makanan sehat tinggi serat dan melakukan olahraga secara teratur.

Gangguan dan penyakit pada system pencernaan

1. GERD

GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah jenis gangguan pencernaan yang terjadi saat asam lambung naik menuju kerongkongan. Hal tersebut disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter bagian bawah kerongkongan. Normalnya, katup ini akan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Namun, pada penderita GERD katup tersebut tidak bisa menutup dengan sempurna sehingga membuat asam lambung naik ke kerongkongan.

GERD dapat menyebabkan penderitanya mengalami sensasi terbakar di dada, nyeri dada, kesulitan menelan, mual, muntah, dan batuk. Diagnosis penyakit GERD dapat dilakukan melalui pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi. Kemudian, untuk mengatasinya Anda pun perlu mengubah gaya hidup dan pola makan, termasuk:

Makan makanan dengan porsi yang lebih kecil

Tidak langsung berbaring setelah makan

Menghindari makanan pedas, berlemak, asam, dan kafein

Meninggikan kepala saat tidur

Konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan antasida atau obat penghambat asam

2. Tukak Lambung

Tukak lambung merupakan luka yang terjadi pada dinding lambung. Jenis gangguan pencernaan ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau efek samping penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang.

Ciri umum tukak lambung meliputi kembung, mual dan muntah, feses berwarna gelap, penurunan berat badan yang tak diketahui penyebabnya, serta hilangnya nafsu makan. Untuk melakukan diagnosis tukak lambung lebih lanjut dapat dilakukan pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi.

3. Batu Empedu

Batu empedu merupakan contoh gangguan pencernaan yang terjadi akibat cairan empedu mengandung terlalu banyak kolesterol dan limbah sisa metabolisme. Gangguan ini juga dapat terjadi jika pelepasan empedu mengalami hambatan. Gejala pada batu empedu meliputi:

Nyeri kolik

Radang kantung dan saluran empedu

Ikterus atau jaundice (penyakit kuning)

Adapun faktor risiko terjadinya batu empedu bisa terjadi pada seseorang dengan kondisi:

Gemuk

Berusia lebih dari 40 tahun

Perempuan

Usia subur

Tidak mampu memecah dan menyerap makanan berlemak

Sering buang angin

Batu yang terdapat di dalam kantung empedu bisa menyebabkan nyeri hebat di bagian perut kanan atas. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan hingga operasi.

4. IBS

IBS atau Irritable Bowel Syndrome adalah sekumpulan ciri-ciri gangguan pencernaan, termasuk sakit perut dan perubahan buang air besar yang setidaknya terjadi tiga kali per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Gejala lainnya ialah kembung, diare, sembelit, dan munculnya lendir pada feses.

Gejala tersebut belum diketahui pasti apa penyebabnya. Namun, faktor-faktor tertentu seperti infeksi bakteri pada saluran cerna, kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, stres, serta konsumsi makanan tertentu diduga berkaitan dengan terjadinya IBS. Penanganan IBS dapat dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:

 Menghindari makanan yang memicu gejala

Mengurangi stres

Makan dalam porsi kecil, mengonsumsi lebih banyak serat

Olahraga secara teratur dan istirahat cukup

5. IBD

Inflammatory Bowel Disease atau IBD adalah kondisi peradangan yang berlangsung lama di saluran pencernaan. Dua jenis paling umum dari IBD yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Jenis gangguan pencernaan berikut dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, demam, serta penurunan berat badan.

Adapun penyebab IBD sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, respons sistem kekebalan yang tidak biasa diduga menjadi pemicunya. Selain itu, respons virus, bakteri, dan alergi kemungkinan juga memicu terjadinya peradangan. IBD dapat didiagnosis melalui pemeriksaan kolonoskopi & pemeriksaan laboratorium fecal calprotectin dan dapat diatasi tergantung pada penyebabnya. Perawatan khusus seperti obat-obatan diperlukan untuk:

Mengurangi peradangan

Memblokir respons kekebalan

Mengobati atau mencegah infeksi

Mengobati diare parah

Mengelola nyeri ringan tanpa obat antiinflamasi non-steroid (NSAID)

Dokter mungkin akan menyarankan Anda mengikuti diet rendah serat bila Anda rentan terhadap diare, atau menghindari produk susu jika Anda memiliki intoleran terhadap laktosa. Namun, adakalanya pembedahan juga diperlukan untuk mengobati komplikasi seperti obstruksi usus atau abses.

6. Diare

Jenis gangguan pencernaan berikutnya adalah diare. Seseorang dikatakan menderita diare apabila mengalami peningkatan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari disertai tekstur feses yang lebih cair. Adapun penyebab gangguan pencernaan ini bermacam-macam, seperti infeksi rotavirus atau bakteri, efek samping obat, serta perubahan pola makan. Selain peningkatan frekuensi BAB, beberapa gejala diare lainnya termasuk kram perut, demam, mual, kembung, hingga adanya darah pada tinja.

Diare dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebenarnya jenis gangguan pencernaan ini sangat mudah diobati, namun pada kasus diare parah yang tidak segera ditangani bisa berakibat fatal, khususnya pada anak-anak. Penderita diare membutuhkan obat yang bermanfaat untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang.

7. Konstipasi atau Sembelit

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi saat seseorang sulit atau jarang buang air besar. Apabila Anda buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu, maka kemungkinan Anda mengalami sembelit. Adapun gejala utamanya adalah tekstur feses keras. Di samping itu, ciri-ciri gangguan pencernaan ini antara lain:

Mengejang saat buang air besar

Merasa seperti ada penyumbatan di rektum sehingga feses sulit dikeluarkan

Merasa tidak tuntas setelah buang air besar

Memerlukan bantuan untuk mengeluarkan feses, misalnya menggunakan jari tangan atau menekan perut 

Sembelit bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kurangnya konsumsi makanan berserat, kurang minum air, hingga pengaruh obat-obatan seperti antasida atau obat antiinflamasi non-steroid. Selain itu, penyebabnya juga bisa dari intralumen seperti feses yang keras ataupun tumor. Sedangkan penyebab dari ekstralumen bisa karena pendesakan lumen usus oleh massa organ lain. Memperbanyak asupan serat, cairan, dan olahraga akan membantu mengatasi kondisi ini. Anda juga dapat mengonsumsi obat pencahar atau pelunak feses sebagai solusi sementara.

8. Wasir atau Hemoroid

Wasir atau hemoroid merupakan salah satu dari macam-macam gangguan pencernaan yang lebih sering dialami oleh orang di atas usia 50 tahun. Ini merupakan contoh gangguan pencernaan yang terasa menyakitkan dikarenakan pembuluh darah di saluran anus mengalami pembengkakan.

Wasir dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dan gatal pada anus serta keluarnya darah saat BAB, bahkan kadang juga bisa membuat penderitanya sulit duduk. Penyebab utama wasir yaitu sembelit kronis dan kehamilan. Sementara mengejan saat BAB, duduk di toilet dalam waktu lama, dan diare kronis merupakan kemungkinan penyebab lainnya.

Cara mengatasi wasir untuk derajat awal bisa dengan perubahan gaya hidup seperti mengonsumsi banyak cairan dan makanan berserat serta obat-obatan. Namun, jika sudah memasuki stadium lanjut, maka dibutuhkan tindakan operasi.

9. Penyakit Divertikular

Penyakit ini termasuk divertikulosis atau terbentuknya kantong kecil di dinding usus besar dan divertikulitis atau ketika kantong tersebut mengalami peradangan. Anda mungkin akan merasakan kembung, mencret, atau nyeri di perut bagian bawah.

Penyebab gangguan pencernaan ini masih belum diketahui secara pasti, namun diduga hal itu berkaitan dengan gen. Faktor lainnya meliputi kurangnya aktivitas fisik, penggunaan NSAID dan steroid, serta memiliki kondisi yang melibatkan dengan sistem imun.